Presiden Baru, Harapan Baru

"Dan pemenangnya adalah rakyat Indonesia..."
Setidaknya itu yang dikatakan para reporter Metro TV dan Mallarangeng bersaudara dalam ulasan Quick Count mereka. "Indonesia telah berhasil melalui satu tahap penting dalam demokrasi dengan lancar dan damai...bla..bla.."

Dalam hati kecil sih, masih kurang puas, .. soalnya yang terpilih bukan pak Amien . Hehe, tapi gak lah, namanya juga pemilihan langsung, "yang menang adalah yang paling populer", eh, maksudku, "harus siap menang atau kalah" .

Walaupun pernah tergoda untuk golput, tapi akhirnya kemarin nyoblos juga, milih sang Jendral. Kenapa? Karena aku tidak suka dengan isi koalisi di kubu satunya. Orangnya itu-itu saja yang.. taulah gelagatnya. Jadi karena pilihannya cuma dua, ya sudah.

Udah ah, gak mau panjang lebar ngomongin politik, ntar salah-salah aku diciduk lagi.

Tanpa menunggu hasil perhitungan resmi keluar:

Selamat untuk pasangan SBY dan JK!
Semoga Bapak-bapak yang terhormat bersedia dan sanggup menepati janji-janji semasa kampanye!


Terima kasih Bu Mega dan kabinetnya untuk kepemimpinannya selama ini dan akhirnya dapat mengantarkan kita ke demokrasi langsung.
Selamat untuk seluruh rakyat Indonesia!

Jakarta Dibom (lagi)

Innalillahi Wa Innailahi Rojiun....

Bunga Matahari

Masih tentang Van Gogh. Ternyata ada lukisan yang aku juga bisa menikmatinya .

Mr. Van Gogh suka warna kuning, seperti pada bunga kesukaannya, bunga matahari. Lukisan bunga mataharinya ada banyak dan ini kemudian menjadi salah satu ciri khasnya. Contohnya ini..


Sunflowers
Sunflowers by Vincent van Gogh


Hua yang ini sih, aku juga suka.. bunga matahari.. . Hehe. Jadi ingat waktu dulu kalau naik angkot melewati LP (Iya! Lembaga Pemasyarakatan ), ngiler ngeliat serumpun bunga matahari yang tumbuh di depannya. Jadinya minta tolong teman yang kebetulan tinggal di daerah itu untuk mengambilkan bijinya yang sudah kering. Temanku yang baik itu menyanggupi, dan setelah menunggu ada bunga yang kering, akhirnya aku dapat bijinya! Asyik!

Karena cuma tanaman perdu, jadi bijinya cuma ditaburin ke tanah aja, tumbuh deh. Setelah tingginya 5 cm-an, suatu saat aku tengok, eh, kok tiba-tiba menghilang? Haiyaa, terlihat jejak siput di sekitar TKP! . Okeh, gak pa pa, tanam lagi di pot.. di sekelilingnya diberi garam.. Nunggu.. yaah.. sama aja... setelah mulai tumbuh, dimaem lagi. Siputnya jagoan euy! Hiks, padahal bijinya udah abis. Di LP juga udah gak ada bunga matahari lagi. Yah.. memang cuma tanaman perdu sih, bukan tanaman serius, mungkin udah ditertibkan...

Tapi menurutku bunganya cantik, gede, kuning, ngejreng: Unik! Coba liat ini dan ini, fotonya keren deh.. *ngiler *

updated: ups, link-nya Mr Houser ternyata gak permanen, harap maklum

Starry Night

Salah satu lagu kesukaanku dari jaman dulu! Yang ngarang Mr. Don McLean, sedangkan yang membawakannya ada beberapa orang. Aku cuma tahu yang versi Julio Iglesias aja (eh, tapi ini bukan mau membicarakan Om Julio, apalagi Mas Enrique , loh).

Liriknya puitis banget (baca: gak ngerti artinya). Saking telminya, kalau adikku gak ngasih tau kalau lagu ini membicarakan tentang Vincent van Gogh, aku gak akan tahu kenapa judul lagu ini juga disebut Vincent. Hohoo.. maaf. Oh jadi tentang pelukis itu.. Yang kutahu, katanya mentalnya agak gak stabil. Trus walaupun sekarang lukisannya bernilai tinggi, tapi saat hidupnya, dia miskin. Lukisan dirinya juga sering dipakai dalam ilustrasi-ilustrasi.

Jadilah nge-Google dan terdampar di Gallery-nya Eyang Van Gogh. Wah asyik, di sini ada foto semua lukisannya, lumayan, daripada mesti ke museum Van Gogh di Amsterdam sono hehe. Oh, ternyata Starry Night itu judul salah satu lukisannya yang terkenal. Wah aku gak tau, mana ya...

Starry, starry night.
Paint your palette blue and grey,
*gak tau lagi lanjutannya*

Starry Night by Vincent van Gogh
Starry Night by Vincent van Gogh

*tweoweo
Engg.. yang ini ya? Engg.. blue and grey, sih, tapi kirain lukisannya natural dan ceria. Hehe.. Gak suka gambar anginnya itu.. bikin takut. Wah gara-gara gak tau lirik lengkapnya, jadinya interpretasinya salah deh. Ini lirik lengkapnya


Starry, starry night.
Paint your palette blue and grey,
Look out on a summer's day,
With eyes that know the darkness in my soul.
Shadows on the hills,
Sketch the trees and the daffodils,
Catch the breeze and the winter chills,
In colors on the snowy linen land.

Now I understand what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free.
They would not listen, they did not know how.
Perhaps they'll listen now.

Starry, starry night.
Flaming flowers that brightly blaze,
Swirling clouds in violet haze,
Reflect in Vincent's eyes of China blue.
Colors changing hue, morning field of amber grain,
Weathered faces lined in pain,
Are soothed beneath the artist's loving hand.

Now I understand what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free.
They would not listen, they did not know how.

Perhaps they'll listen now.

For they could not love you,
But still your love was true.
And when no hope was left in sight
On that starry, starry night,
You took your life, as lovers often do.
But I could have told you, Vincent,
This world was never meant for one
As beautiful as you.

Starry, starry night.
Portraits hung in empty halls,
Frameless head on nameless walls,
With eyes that watch the world and can't forget.
Like the strangers that you've met,
The ragged men in the ragged clothes,
The silver thorn of bloody rose,
Lie crushed and broken on the virgin snow.

Now I think I know what you tried to say to me,
How you suffered for your sanity,
How you tried to set them free.
They would not listen, they're not listening still.
Perhaps they never will.


Vincent van Gogh Self Potrait

Huaa.. Setelah tau hubungannya, lagunya jadi terasa sedih sekali . Ini salah satu lukisan self-potrait-nya. Ini dibuat saat dia dirawat karena luka potong di telinga kiri yang disebabkan oleh perbuatannya sendiri... Huhu..

This world was never meant for one as beautiful as you...

*sumber: The Vincent van Gogh Gallery

Googlified

Oke untuk perusahaan raksasa satu ini aku willingly addicted. Huaha.. gmana lagi, abis keren sih, huehe . Untuk search engine web, images, groups, news, udah pasti pake Google, untuk mail, sekarang udah pindah dari Yahoo ke Gmail, untuk blog, heei, Blogger kan udah dimaem ama Google. Huahaha! *ironis* (tapi untuk community aku males ngikutin Orkut, udah bosen sih, cukup Friendster aja =P)

Hmm produknya Google memang bagus, cepet dan gratis lagi. Inovasi barunya pun banyak. Seperti interface-nya Gmail ituh, gak ngira kalau web bisa kayak gitu.. speechless.. Walaupun ada banyak isu mengenai privasi dalam policy-nya Gmail, tapi tidak terlalu peduli, hehe. Kira-kira bakal ada Gmail versi WAP-nya gak ya?

Trus juga ada yang namanya Google Answer. Di situ kita bisa bertanya persoalan yang suliiit dan membayar sejumlah uang yang kita tentukan untuk jawabannya. Nantinya akan dijawab oleh Google researcher-nya, yang ada buanyak dan dari disipin ilmu yang berbeda-beda. Kalau kita cuma mau melihat arsip soal dan jawabannya juga bisa, gratis kok. Contohnya, liat aja arsip pertanyaan tentang expanding universe....

Puyeeng bacanya..

Ya udah kita mainan ke labnya Google aja yuk, ada yang namanya Google Sets. Di situ kita bisa memberikan beberapa contoh anggota himpunan tertentu, kemudian Google Sets akan memprediksi anggota himpunan lainnya. Contohnya nih masukin aja 'Ayrton Senna', 'Kimi Raikkonen' dan 'Michael Schumacher'... jreng jreng.. muncullah nama-nama pembalap F1 lainnya. Boleh juga! Tapi ya gak semua bisa dijawab Google. Selain itu, informasi nama yang dimasukkan juga harus lengkap dan ejaannya tepat.

Iseng-iseng, tadi aku masukin '2', '3', '5', '7', dan '9', hasilnya bukan himpunan bilangan prima. Hehe.. Somebody has to teach Google Sets some maths!

Ada yang punya himpunan aneh lagi biar Google Sets bingung? Hihi..

Membayangkan cara kerjanya Google Sets.. Hmm mungkin melihat dari halaman-halaman web yang di dalamnya terdapat query yang kita berikan, kemudian mencoba mengambil nama-nama lain yang sederajat dengan itu, atau dari halaman web lainnya yang mirip. Huehe.. ngomong sih gampang! Good Job!

Tapi jadi serem juga ama Google *selalu serem dengan perusahaan raksasa nih, hehe. Alasannya karena sementara di site lain kita dikenakan biaya, Google dengan fasilitas yang sama bisa menyediakannya gratis. Jadi kasian..

Ya udah deh, segitu aja tur ke Google.


Err.. what? Still can't get enough of Google? Hmm.. Then you've got to try this:

"Hey, what's that!?"
"Well, it clearly says, 'Google Code Jam 2004'"
"I know that! But what is IT?"

Okay, okay, as far as I know, it's a programming competition held by Google for a total cash prize $50,000 and.. maybe a job opportunity to work at Google. Hmm, how does that sound? So what are you waiting for? Sign up! Maybe you could be the next googler, working at the Googleplex, wearing a Google t-shirt, drinking from a Google mug, ... a complete googlification.

--
NOT affiliated with Google in any ways

Dibalik Petualangan Anak Taro

Beberapa hari yang lalu, nyomot taro di rak supermarket. Eits, kok tulisannya berubah! *shocked *. Kemasannya sih sama, lengkap dengan gambar si Taro itu. Tapi yg ini kok tulisannya Taro Net (taro.net? ) dan bukannya Taro Snack. Daan yang warna hijau tua ini seharusnya rasa potato barbeque, ini malah rasa ayam. HUAA! Ada apa dengan taro?

Jawabannya ada di kemasan belakang, tertulis: "Dibuat untuk Unilever"...
Weeks! sejak kapan taro-ku dicaplok si raksasa satu itu?
Tadi nge-google, dan yaa, Taro udah diakuisisi ama Unilever sejak tahun lalu.

Hmm makanya sekarang Taro jadi bisa sering-sering masang iklan di tipi itu ya. Iklannya jelek menurutku . Tapi gak peduli iklan, gak peduli msg, yang penting enaak.. huehue..

Mengenang masa muda.. sejak SD kelas 6 udah suka taro, yang rasa potato, rumput laut dan ayam. Dulu ibu dan ibu tetangga suka beli per dos untuk berhari-hari. Waktu itu kalo liat mobil wagonnya Taro di depan rumah, udah kegirangan dan mikir kali ini yang rasa apa ya . Dulu suka heran, kok taro pelit amat yak, gak kayak chiki, cheetos, dan teman2nya, yang sering banget ngasih hadiah kecil2 (terutama pernak-perniknya kartun Warner Bross). Yaa, taro kan bukan termasuk snack-nya Indofood . Jadi malah bangga, karena produk lokal dan tidak termasuk perusahaan raksasa (hehe.. tapi kok namanya kayak nama Jepang ya, hmm.. CMIIW!)

Satu lagi, yg bikin aku cinta kali ama Taro: what you see is what you get! Isinya itu ya 90% dari volume kemasannya. Bandingkan dengan snack-snack lain yang kebanyakan isinya cuma setengahnya doang, sisanya cuma udara. Huuh! Well, at least setelah diakusisi ama Unilever, yang satu ini gak berubah.

Hiks.. tiba-tiba sedih.. tambah satu lagi ketergantungan ama produk luar..